Perempuan yang akrab dengan Sunyi dan Kopi. Setelah mencintai Mahari, Bunga, dan Tamtam. Ada yang lebih aku cintai yaitu ular, katak dan laba-laba.- Siti Halimah

ULASAN BUKU “GURU MALAS GURU RAJIN” KARYA SUKADI

 

ULASAN BUKU “GURU MALAS GURU RAJIN” KARYA SUKADI 

Oleh Siti Halimah 

 





A.          Identitas Buku

  • Penulis                                        : Sukadi
  • Penyunting isi & Korektor         : -
  • Desain Sampul                           :Dadan Sulaeman
  • Desain Isi                                   : Dadan Sulaeman
  • Finishing Isi                               : -
  • ISBN                                          : 978-602-17288-7-9
  • Penerbit                                      : MSQ Publishing
  • Tahun Terbit                               : 2011
  • Jumlah Halaman                         : 199 Hal

  

B.     Sinopsis

Kehadiran buku ini bukan sekadar untuk memperbanyak koleksi buku tentang dunia pendidikan melainkan ingin memberikan kontribusi yang konkret kepada para guru untuk memahami dan menjadi guru yang sejati.  Buku ini berisi tentang berbagai judul dan penjelasan diantaranya mengenai bagaimana guru sejati, bagaimana membangun mindset guru yang baik,  bagaimana tipe guru dalam pendidikan, bagaimana menjadi pribadi guru yang menyenang dan bagaimana sikap dan perlakuan guru yang merusak mentalitasi siswa. 

Ada pertanyaan bagaimana menjadi guru sejati, apakah guru yang menyenangkan? Guru yang menyenangkan adalah guru yang memberikan kesenangan dan kepuasan belajar bagi para siswa, tapi dirinya juga senang melaksanakan tugasnya. Hal itu juga ditopang dua yaitu kepribadian dan kompetensi. Kepribadian yang memberikan aura positif serta kompeten dalam bidangnya.

Kemudian dalam mindset seorang guru tentunya harus dibentuk untuk pembelajaran yang maju. Ada dua jenis mindset yaitu(1)  mindset tetap (menghindari tantangan atau kegagalan, takut, khawatir, pesimistik) dan (2) mindset bekembang adalah makluk yang senantiasa berkembang yaitu harapan, percaya diri, dan pemanfaatan peluang).  


Bagaimana guru membangun hubungan yang baik dengan siswa:

  • Menghindari kebiasaan salahkan omeli kritik
  • Memberikan penghargaan yang jujur dan ikhlas
  • Mendorong minat siswa untuk berhasil
  • Memberikan perhatian yang sungguh-sungguh
  •  Membiasakan tersenyum
  • Memanggil siswa dengan nama
  • Menjadi pendengaryang baik
  • Bicara sesuai dengan lawan bicara
  • Membuat lawan bisaca mearasa penting

 

Banyak sekali tipe guru dalam pendidikan diantaranya ditinjau dari motivasi yaitu guru terpaksa, guru pekerja dan guru panggilan jiwa. Ditinjau dari cara menghadapi siswa yaitu guru yang otoriter dan guru yang laisseiz faire, guru demokratis dan pseudo demokratis. Ditinjau dari cara membimbing yaitu guru perintis jalan (menjadi contoh), guru motivator, guru penguasa dan guru penyayang. Ditinjau dari memberikan nilai yaitu guru killer, pemurah dan objektif. Ditinjau dari reaksinya dalam merepon stimulus yaitu guru reaksional, proaktif, guru don’t care. Guru ditinjau dari sikapya dalam mengadapi perubahan yaitu stone teacher (keras atau guru sentris berpusat ada guru), sponge teacher (peka terhadap perubahan), generator teacher ( sanat responsip tapi selektif dalam menerma setiap perubahan)

Pribadi guru yang menyenangkan diantaranyan proaktif, cerdas, empati, bijaksana, kreatif dan inofatif, selalu belajar, humoris, bersahabat, mengetahui kebutuhan siswa, bersikap adil, sederhana, komunikatif, sabar, rendah hati, penyayng, tegas, mengayomi, berdisiplin, mengahrgai siswa, tulus, berpikir positif, pemaaf, demokratis, familiar.

Sikap dan perlakuan guru yang merusak mentalitas siswa diantaanya reaktif (dikendalikan keadaan), suka mencela siswa, tidak aadil, emosiaonal, malas belajar, mudah putus asa, tidak disiplin, tidak peduli kepada siswa, sering meninggalkan kelas, berprilaku buruk, tinggi hati, merasa paling pintar, berprilaku buruk, otoriter, pendendam, tidak teliti, berfikir negative, tidak konsisiten.

Seni mengelola kelas yaitu membuat dan meneggakkan aturan, menertibkan suasana kelas memberikan reward dan reinforcement, variatif dalam menggunakan metode dan media pembelajaran, keterampilan bertanya, mengenali siswa, mengembangkan humor, mengendalikan siswa agar tetap belajar, apresiasi dan closure, berpenampilan menarik dan mengendalikan hasil belajar siswa.

 

C.    Orientasi

Buku ini berisikan informasi mengenai menjadi guru yang menyenangkan, mindet guru, tipe guru dalam pendidikan, pribadi guru yang menyenangkan, sikap dan perlakuan guru yang meneruskan mentalitas siswa, seni mengelola kelas. Buku ini memaparkan bagaimana menjadi guru yang sesungguhnya dengan bahasa yang mudah  dipahami sehingga dapat dibaca oleh semua kalanngan. meskipun demikian buku ini juga dikhususka untuk para pendidikan dan pengajar semua jenjang pendidikan

 

D.    Tafsiran Isi

Buku ini berisi suatau cara untuk meningkatkan kualitas menjadi seorang guru. Penulis juga mengajarkan bagimana seharunsnya seorang guru menempatkan diri dalam lingkungannya. Berikut adalah tafsiran isi yang ada dalam buku tersebut.

BAB I menjadi guru sejati, yang menyenangkan? Gambaran mengenai bagaimana menjadi guru yang sejati.

BAB II mindet guru, dengan gambaran bagaimana memiliki mindset untuk menjadi seorang guru yang baik.

BAB III tipe guru dalam pendidikan, adlaah gambaran mengenai tipe-tipe sorang guru dalam pendidikan

BAB IV pribadi guru ynag menyenagkan, adalah gambaran karakter yang seperti apa saja yang harus dimiliki oleh sorang guru dalam mengahadapi siswa

BAB V sikap dan perlakuan guru yang merusak mentalitas siswa, adalah karakter yang harus dihindari ketika berhadapan dengan siswa.

BAB VI seni mengelola kelas, adalah suatu cara untuk mengelola kelas dengan baik dan terkendali.


E.     Evaluasi

Keunggulan dari buku ini secara fisik memiliki cover bukunya pun  tebal dan sederhana. Secara isinya, pada penyajian materi sangat ringkas dan mudah dipahami  dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Contoh yang diberikan lumayan lengkap, tidak ada penjelasan yang rumit, dan semuanya terangkum dengan jelas menggunakan poin-poin penting. Pembaca tidak akan merasa kesulitan dalam mencari berbagai informasi mengenai buku ini. Sedangkan kelemahan pada fisiknya, kualitas binding-nya kurang meskipun bisa awet dan tahan lama dimana kertas mudah lepas kalau dibuka secara tidak hati-hati.


F.        Rangkuman Evaluasi

Buku guru malasa dan guru rajian  merupakan bahan bacaan untuk kalangan pendidik untuk mengelola siswanya ,juga  berguna dalam memberikan informasi tentang cara-cara menjadi guru ynag baik. Para pembaca dapat belajar dan paham tentang menjadi guru yang amneyenangkan. Buku ini pun cocok untuk semua kalangan terpelajar yang ingin meningkatkan literasi khususnya guru. 

 

 

 

UNSUR DIDAKTIS DALAM FABEL NUSANTARA: CERITA KERA

 Oleh Siti Halimah 



PUSAT BAHASA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

1.      Judul, pengarang, penerbit, tahun.

Judul Buku      : Unsur didaktida dalam Fabel Nusantara: Cerita kera

Pengarang        : Siti Zahra Yundiafi, Putri Minerva Mutiara, dan Juhriah

Penerbit           : Pusat Bahasa Depaetemen pendidikan nasional

Tahun Terbit    :2003

 

2.      Bidang apa: bahasa, sastra, budaya.

       Buku ini ada pada bidang sastra

 

 

 

3.      Pokok-pokok bahasan.

Pokok-pokok bahasan yang di jkaji ddalam buku ini adalah sebagai berikut:

a.       Struktur cerita (alur, tokoh dan tema) “Kera” Nusantara. Dari 65 cerita tentang kera, penelitian ini hanya menggarap 24 cerita sebagai berikut:

1)      Cerita “Kera Rasah dengan Beruk Jalu”

2)      Cerita “ Si Kancil dengan Kera”

3)      Cerita “Beruk Laksikal”

4)      Cerita “Kera dengan Ayam Hutan”

5)      Cerita “  Kera dengan Kura-kura ”

6)      Cerita “ Kera dan Musang”

7)      Cerita “ Si Betah-betah”

8)      Cerita “Lutung da Kura-kura”

9)      Cerita “   Sambung maut dengan seekor kera ”

10)  Cerita “ Orang mencari ikan”

11)  Cerita “ Si Luitu-luitu”

12)  Cerita “Dua orang bersaudara dan Monyet tunggal”

13)  Cerita “  Kera dengan ayam”

14)  Cerita “ Kera dengan jin beringin”

15)  Cerita “ Sang Lutung dan Sang Keker”

16)  Cerita “Kisah sang Kancil dengan Monyet”

17)  Cerita “  Poican dan Wolai ”

18)  Cerita “ Suara durian Runtuh”

19)  Cerita “  Asal usual anjing berkawan dengan manusia”

20)  Cerita “Sang kancil dengan monyet”

21)  Cerita “  Sang kancil dengan seekor beruk ”

22)  Cerita “Sang kancil dengan seekor Katak”

23)  Cerita “ Si Betah-betah”

24)  Cerita “Lutung da Kura-kura”

Pemilihan ini didasarkan cerita fabel ini anonim dan berlatarkan dunia binatang yang bersifat universal, pendekatan ini menggunakan pendekatan objektif yang bertolak pada karya sastra itu sendiri. Dan strukturalisme ini dianggap memiliki relevansi yang tinggi dalam penedekatan masalah.

 

b.      Selain itu juga pembahasan peran kera dalam cerita juga di kaji, misalnya sebagai kera yang penolong atau penghasut serta binatang yang berperan sebagai tokoh antagonis dalam cerita kera tersebut

c.       Kemudian unsur-unsur didaktis atau amanat yang terdapat dalam cerita kera itu. Yang mana dinyatakan bahwa karya sastra diciptakan untuk tujuan tertentu, terutama tujuan pendidikan. Dengan kata lain suatu cerita tidak diciptakan hanya untuk keindahan saja, melainkan juga untuk mengemukakan ajaran. Sehingga dalam setiap cerita kera tersebut memiliki ajaran/niai-nilai/didaktis didalamnya.

Sehubungan dengan hal tersebut pokok bahasan ini mencakupi analisis tentang struktur cerita kera (alur, tokoh dan tema) yang berasal dari berbagi daerah untuk mengungkapkan unsur didaktis atau amanat yang terkandung dalam cerita itu.

4.      Ringkasan isi keseluruhan.

Berdasarkan analisis alur, tokoh tema dan unsur didaktis dapat di catat beberapa hal yang berupa kesimpulan penelitian ini.

a.       Cerita kera pada umumnya beralur lurus, peristiwa demi peristiwa di tuturkan secara berututan

b.      Tokoh utama (protagonist) dalam cerita kera pada umumnya kera (monyet, beruk) tetapi ada tokoh lain, seperti manusia atau musang, sedangkan tokoh antagonisnya bermacam-macam seperti beruk, ayam hutan, kura-kura, sambung maut, siamang, anjing, kepiting, atau manusia. Tokoh kera dalam cerita kera pada umumnya digambarkan penutr sebagai hewan yang berakal dan cerdik, tetapi juga licik jahat, suka menganiaya, dan rakus. Namun juga tokoh kera yang berperan sebagai penolong.

c.       Tema cerita kera pada umumnya bertalian dengan masalah kehidupan yang muncul akibat adanya hubungan antara tokoh.  Diantara tema-tema tersebut, tema yang menonjol ialah bahwa kejahatan akan dibalas dengan kejahatan dan perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan pula.

d.      Sehubungan dengan tema tersebut, ajaran yang terkandung dalam cerita kera itu pada dasarnya berkaitan dengan ajaran moral, antara lain sebagai berikut.

1)      Kebaikna seseorang haus dihargai dan di balas dengan kebaikan, jangan samapai orang yang berbuat baik dibalas dengan kejahatan.

2)      Dalam berusaha janganlah merugikan orang lain, bersaing secara positif

3)      Orang yang jujur akan meraih kebahagian, sebaliknya orang yang khianat atau licik akan mendapat kesulitan atau kerugian

4)      Persahabatan harus dilandasi dengan saling menghormati, saling memahami sepaya tidak terjadi salah paham yang mendatangkan kerugian

5)      Kerja keras sangat diperlukan dalam meraih keberhasilan

6)      Sikap sombong dan licik dapat mendatangkan kerugian, bahkan kehancuran

7)      Seorang pemimpin harus memiliki sifat bijaksana, jujur, adil dan tanggung jawab supaya dapat melaksanakan tugas dengan baik.

8)      Akal dan kecerdasan masnusia hendaknya dipakai untuk berbat kebaikan  bukan berbuat kejahatan,

9)      Orang yang tidak mempunyai pendirian dan kejujuran akan mudah dipeengatuhi orang lain untuk bebuat kejahatan dapat merugikan orang lain, bahkn dirinya sendiri.

10)  Orang yang suka menipu suatu saaat tertipu juga

11)  Manusia harus padai bersyukur atas nikamat yang telah diberikan tuhas kepadanya.

 


                             Cianjur, November 2020

 

 

 

 

 

 

Aspek Kebahasaan Teks Prosedur

Pembelajaran Daring 
Mata Pelajaran Bahasa Indoneisa 


Pertemuan Ke 2 (Senin, 03 Agustus 2020)
Kelas XI ATPH 
SMKN Negeri 1 Cugenang   
 

Sebelum Anda membaca materi mengenai kehasaan teks laporan hasil observasi. silakan untuk mengisi link absen kehadiran berikut ini DAFTARHADIR-INDONESIA-XIATPH

Jika ada yang ingin ditanyakan boleh silahkan langsung dikolom komentar atau di WAgroup/ di Classroom. 


Contoh teks prosedur  Pada Bidang Pertanian 

Sebagai negara agraris, pertanian merupakan salah satu sektor penting di Indonesia. Sekalipun, jumlah masyarakat yang menggeluti bidang ini terus berkurang. Dalam bidang pertanian, ada hal-hal yang membutuhkan tutorial cara agar berhasil melakukan sesuatu dengan baik. Salah satunya adalah mengenai tata cara pembuatan pupuk kompos yang sangat berguna untuk memberi nutrisi tanaman.

Cara pembuatan;

• Siapkan media yang hendak digunakan dalam proses pembuatan pupuk, pilih lahan yang terlindung dari terik matahari dan hujan
• Racik larutan dekomposer dengan melarutkan bahan EM4 dan gula pasir ke dalam air yang telah disediakan
• Buat lapisan pertama, caranya dengan mengaduk campuran kotoran ternak dan arang sekam, lalu tambahkan racikan dekomposer, aduk lagi hingga rata
• setelah itu, Buat lapisan kedua dengan menaburkan bubuk gergaji, jerami yang telah dicacah, dan sampah daun, aduk hingga rata dan tambahkan dekomposer
• Jika telah tercampur semua dengan rata, tutup bahan menggunakan karung goni dalam keadaan rapat, diamkan
• Di hari kedua, buka karung Anda lalu aduk kembali bahan hingga merata
• Untuk memastikan keberhasilannya, lakukan pengecekan tiap pagi dan sore hari, caranya dengan memasukkan tangan yang telah menggunakan sarung tangan ke dalam adonan pupuk, jika Anda merasakan panas artinya pupuk belum bisa digunakan
• Di hari keempat, lakukan pengecekan sekali lagi karena umumnya di hari keempat ini adonan telah berhasil menjadi pupuk kompos
• Masukkan tangan yang telah terlindungi sarung tangan ke dalam adonan pupuk, jika panasnya sudah bisa menurun tandanya pupuk siap untuk digunakan  

Aspek Kebahasaan:

  • kata kerja imperatif/ kata perintah: Siapkan, masukan dll
  • kata teknis-istilah: dekomposer dll
  • kata konjungsi temporal: setelah itu dll                        


TUGAS

Silakan anda membuat teks prosedur sesuai jurusan anda yaitu (Pertanian) dengan memperhatikan struktur teks prosedur dan buatlah pada kolom komentar di bawah ini. kemudian anda tentukan kata kerja imperatif/ kata perintah, kata tteknis.istilah, kata konjungsi temporal. 


Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Pembelajaran Daring 
Mata Pelajaran Bahasa indoneisa 


Pertemuan Ke 2
Kelas X Semua jurusan 
SMKN Negeri 1 Cugenang  

Sebelum Anda membaca materi mengenai kehasaan teks laporan hasil observasi. silakan untuk mengisi link absen kehadiran berikut ini. DAFTAR HADIR B. INDONESIAX 






Tugas

Silakan Anda tulis pada buku catatan kebahasaan pada teks laporan hasil observasi di atas, kemudian buatlah teks laporan hasil observasi dengan tema sesuai jurusan masing-masing dengan memperhatikan struktur tesk laporan hasil observasi pada pertemuan sebelumnya (pernyataan umum, definisi bagian, definis manfaat). Silakan gunakan berbagai sumber (buku/internet) sebagai bahan untuk dijadikan contoh teks laporan hasil observasi. berikut adalah tema yang bisa dijadikan acuan untuk membuat teks laporan hasil observasi: 

ATPH(objeknya tentang tanaman/ sayuran/ yang berhungan dengan pertanian)
OTKP (objeksnya tentang komputer/elektronik/ yang berhubugan dengan pertanian) 
TBSM (objeknya tentang otomotif/ yang berhunugan dengan TBSM)
APHP (objeknya tentang pengolahan hasil pertanian: baso, susu, dll yang berhubungan dengan pengolahan hasil pertanian) 

Buatlah teks laporan hasil observasi tersebut pada kolom komentar dibawah ini, Teks dibuat minimal 3 paragraf, kemudian tentukan kata verba dan nomina pada teks yang kalian buat!

Silahkan lihat contoh pengerjaan pada kolom komentar.

Terima kasih. selamat mengerjakan. 

























MENGADUKAN SAYAP PADA LANGIT

Kepala SMKN Negeri 1 Cugenang periode 2016-2020 (Undang Iman S., S.TP., M.M.Pd)





:UIS

Karya Siti Halimah

Aku seperti manusia yang baru dilahirkan dengan cacat
Dan tetiba harus sempurna dengan dunia yang baru
Aku adalah manusia yang baru hidup di dunia kerja dan haus pengalaman
Ya, Aku genapkan saja; Empat tahun lalu

Empat tahun adalah waktu yang singkat
Dan belum cukup untuk mengadukan sayap pada langit  
Tapi aku benar-benar memiliki perjalanan yang penuh makna
saat pemimpin itu adalah dirimu

Ada wajah yang tidak bisa kubayar hanya dengan pembicaaraan.
Tapi bukti. Bukti yang belum bisa ditorehkan.   

Aku merangkai kata terima kasih
Atas bekal yang tidak bisa dilupa begitu sajaa
Atas jalanmu yang tidak bisa dibelokan begitu saja

Sekali Luka yang hadir adalah pelajaran yang tidak bisa aku dapatkan darimana saja

Semoga selalu dengan semangat yang sama
Dan yang berapi-api, seperti saat ini.

Aku tidak pandai dalam berkata
Aku juga tidak pandai dalam menerima kenyataan


Tapi semoga dengan bait yang tiba-tiba tertulis  --ini sampai relungmu  

Segeralah adukan sayapmu pada langit yang dituju meski tubuh yang tidak lagi sama
Juga ingin pada sayapku.  


Cianjur, 2020











DIA ADALAH CHIHIRO





Big Hero 6, Ponyo dan Sprited Away, ketiganya adalah film yang baru Saya tonton selama pandemi. Namun saya ingin menceritakan terlebih dahulu mengenai Film Spirited Away. Adalah film pertama yang ditonton salama masa pandemi. Tiba-tiba tengah malam seperti ini, Saya ingin menceritakan film ini. 

Film Spirited Away (Sen to Chihiro no Kamikakushi) merupakan film yang diproduksi oleh Studio Ghibli dan dirilis pada tahun 2001 di Jepang. Film ini ditulis dan disutradarai oleh Hayao Miyazaki dan menarik perhatian sekitar 23 juta penonton pada saat itu. Dan saya baru menonton film ini beberapa waktu yang lalu pada bulan Mei. Film ini memiliki alur cerita dan karakter tokoh yang unik dan menarik. Musik yang digunakan dalam pembuatan film ini juga penuh dengan ketenangan, santai dan menyenangkan sehingga Saya hanyut kedalam alur cerita yang disajikan. Saya bukan orang yang padai dalam memperhatikan kualiatas gambar dalam sebuah film, tapi menurut saya dari segi kualitas gambar dalam film ini cukup bagus meski film dibuat dalam format 2D secara umumnya. 

Film ini kaya dengan berbagai imajinasi seperti tersesatnya Chihiro bersama orang tuanya di hutan sampai menemukan sebuah tempat tak berpenghuni yang dipenuhi oleh patung-patung aneh, restoran di sepanjang jalan dan juga tempat pemandian bagi pengunjung, lampu bergerak, serta ditemukannya berbagi makhluk-makhluk aneh dan roh yang tidak memiliki wajah(No Face) yang beraktivitas di malam hari.

Menurut Saya Film ini bukan hanya untuk anak-anak saja, tapi juga dapat ditonton oleh semua kalangan tanpa dibatasi usia. Film ini mengandung makna tersirat jika kita terapkan pada kehidupan nyata.  Ada beberapa nilai-nilai kehidupan yang dapat dijadikan contoh dalam film ini diantranya;

Pertama, pada saat Chihiro tetap berusaha dan tak mau menyerah dalam mendapatkan pekerjaan hingga akhirnya Yubaba pun memberikan pekerjaan padanya dan mengganti namanya menjadi Sen. Begitu pun dengan kita dalam kehidupan nyata harus tetap berusaha dan tak mau menyerah dalam mendapatkan pekerjaan.

Kedua,  ketika Chihiro melakukan pekerjaannya dengan baik tanpa mengeluh sehingga Dewa Sungai pun menjadi bersih dengan air herbal pemberian Kaonashi. Dewa Sungai pun memberikan obat herbal kepadanya untuk menyelamatkan ibu dan Bapaknya yang menjadi babi sebagai upah kerja kerasnya.  Begitupun dengan kehidupan yang sedang dijalani, tetaplah melakukan pekerjaannya dengan baik tanpa mengeluh sehingga kita mendapatkan hasil yang kita inginkan.

Ketiga, ketika Chihiro  menolong/ mengobati Haku yang sudah berwujud hewan dan yang sedang terluka parah. Begitu juga dengan kita dan teman-teman kita. Harus saling menolong dalam keadaan apapun, meskipun Haku berubah wujud.

Keempat, Chihiro harus menyelesaikan satu tugas terakhir untuk membebaskan orang tuanya,ia harus memilih mereka dari sekumpulan babi. Dengan berani dia menerima tantangan tersebut dan menjawab pertanyaan dengan benar, yaitu tidak ada satupun dari babi itu merupakan orang tuanya. Hal tersebut juga harus kita miliki dlaam kehidupan ini, yaitu tentang keberanian yang tidak semua orang bisa memiliki itu. 

Mungkin jika banyak diceritakan tidak akan seindah ketika kita menonton. Meskipun film ini di rilis 2001 dan Saya tertinggal dari kalian yang mungkin sudah menonton film ini dari dulu. Tapi tidak menyurutkan semangat untuk menuliskan ceritanya. Sprited Away adalah semangat tanpa mengenal waktu dan lelah dalam menghadapi segala kejadian yang dialami Chihiro untuk mengembalikan Ibu dan Bapaknya. Dan aku mengulas film ini  untuk memberikan semangat pada diri sendiri seperti Chihiro.

Iya, Kenapa film ini wajib untuk ditonton oleh Saya kemudian menuliskannya? karena Saya ingin terus berusaha dan tidak akan menyerah dalam segala hal, Saya ingin berani menunjukkan diri, Saya ingin melakukan pekerjaan tanpa mengeluh, dan Saya ingin membebaskan kedua orangtua dari lelah. Hingga pada akhirnya kita yang menciptakan kebahagiaan untuk kita, orang tua dan orang-orang disekitar kita. 





“Bersemangatlah kamu terhadap apa-apa yang bermanfaat bagi kamu, dan mohonlah pertolongan pada Allah dan jangan merasa lemah. Dan jika sesuatu menimpamu maka jangan katakan andaikata dulu saya melakukan begini pasti akan begini dan begini, tetapi katakanlah semua adalah takdir dari Allah dan apa yang dikehendakiNya pasti terjadi. Sesungguhnya (perkataan) “seandainya-seandainya” akan membuka amalan syaithan.” [HR Muslim]

 "Tinggalkanlah sesuatu yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu." (HR. Tirmidzi dan Nasai) 




BERBAHASA SEJAK LAHIR

  BERBAHASA SEJAK LAHIR :Siti Halimah   “Terdapat banyak bukti bahwa manusia memiliki warisan biologi yang sudah ada sejak lahir berup...