Perempuan yang akrab dengan Sunyi dan Kopi. Setelah mencintai Mahari, Bunga, dan Tamtam. Ada yang lebih aku cintai yaitu ular, katak dan laba-laba.- Siti Halimah

Problematika Berbahasa

MASALAH PROBLEMATIKA BERBAHASA

Penguasaan bahasa yang benar sesuai dengan kaidah yang ada merupakan kunci kelancaran dan kesempurnaan proses komunikasi. Seseorang tidak dapat menyampaikan dan menerima perasaan, pikiran, dan gagasan secara efektif, apabila orang tersebut tidak menguasai bahasa sebagai sarananya, secara benar. Bahkan tingkat kualitas kegiatan intelektual seseorang akan sangat ditentukan oleh tingkat penguasaan bahasa yang dimilikinya.
Atas dasar itu, dan melihat pernyataan bahwa masih banyaknya penyimpangan dan terjadi dalam proses berbahasa, serta banyaknya pemakai bahasa yang sering menemukan masalah-masalah kebahasaan tertentu, maka penyususn melakukan penyususan laporan buku yang berkaitan dengan masalah-masalah tersebut di atas, buku yang penyusun gunakan sebagai acuan untuk menjawab segala permasalahan adalah buku yang berjudul Problematika Bahasa Indonesia (Sebuah Analisis Praktis Bahasa Baku) karya Kusno Budi Santoso. Karena didalam buku ini ditampilkan beberapa data penyimpangan baik dalam aspek fonologi, morfologi, maupun sintaksis, yang kemudian dianalisa secara normatis dan sekaligus dikembalikan kepada bentuk bakunya. Selain itu sistem matika penyusunannya berupa analisa praktis sehingga buku ini dapat dipakai sebagai dasar acuan normatis dalam berbahasa indonesia yang benar dan baku.

Berikut adalah data menta masalah problematika berbahasa dalam tuturan seorang pembicara pada suatu acara dialog pendidikan yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa.

DATA MENTAH
Bismillahirahmanirahim.. assalamualaikum wr. wb. ya supaya seimbang tadi ibu Dr. Nong berdiri, kemudian yang baru saja bapak juga berdiri. Saya ingin menemani pak Ridwan duduk, ijinkan saya untuk duduk ya? Senang saya ditugasi menjadi pembicara yang terakhir karena materi itu berbagai masalah dan kondisi nyata di kabupaten Cianjur sudah dipaparkan oleh tiga narasumber yang terlebih dahulu. Saya hanya akan menyoroti dari bagaimana pendidikan tinggi khususnya Universitas Suryakancana, kalo menerima surat dari panitia itu meminta supaya membahas apa peran pendidikan dalam pembangunan Cianjur, ketika kita menanyakan dan merenung tentang itu, apa peran kita sebagai bagian dari pendidikan ini untuk mengembangkan kabupaten Cianjur, untuk menjawab semuanya itu tadi sudah saya kemukakan, ada dua hal yang ada di depan mata kita yang harus kita benahi dari sistem pendidikan, apa yang dua hal itu? yang pertama adalah tantangan global tadi dan yang kedua tantangan nasional, mengapa kita perlu memikirkan dan perlu menyelesaikan dengan tantangan yang ada tadi, tantangan global, ini yang menyebabkan perlunya internasionalisasi. Yang kedua tantangan global menuntut kita untuk memenuhi standar kualifikasi, tantangan global menuntut kita untuk menghasilkan tenaga kerja yaitu sumber daya manusia yang keluar dari pendidikan tinggi, tantangan global keempat adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta komunikasi, itu tantangan global yang ada dihadapan kita. Yang kedua tantangan nasional atau tantangan dalam negeri, transformasi, demokrasi dan juga reformasi ini berbuah sesuatu yang menuntut kita melihat betapa kondisi kita seperti itu yang kedua desentralisasi dan otonomi daerah yang tadi disebutkan ada masalah yang terdapat bagaimana ini dengan pengangkatan rekrutmen guru. Tadi bu Dr. Nong sudah menyebutkan pengangkatan PNS itu kebijakan pusat yang diimplementasikan oleh daerah, nanti bagaimana juga otonomi daerah, kemudian yang ketiga masalah persatuan dan kesatuan dan yang keempat, yang bagian dari tantangan nasional ini adalah pergeseran karakter bangsa, yang kelima yaitu harapan publik kepada perguruan tinggi sebagai kekuatan moral, harapan publik kepada perguruan tinggi sebagai lembaga yang bisa menghasilkan sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat, ini semua adalah tantangan, tantangan bagi pendidikan  tinggi, oleh karena itu unsur mempunyai visi untuk bisa memenuhi dan bisa menyelesaikan atau menghadapi berbagai tantangan itu mempunyai visi pada tahun 2031 unsur menjadi lembaga yang berstandar internasional yang lulusannya unggul dan mandiri dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mampu bersaing tidak hanya di tataran regional tapi juga nasional dan internasional, beriman dan bertakwa kepada tuhan YME serta membawa kesejahteraan bagi kehidupan masyarakat, itulah visi unsur.  Tahun 2031 kalau kita lihat, sekarang tahun 2015 jadi kurang lebih 15 tahun lagi. Bagaimana kita bisa mencapai agar unsur sebagai lembaga pendidikan tinggi yang akan menghasilkan SDM yang mampu memenuhi tantangan tadi maka unsur mempunyai rencana strategis dan rencana strategis itu akan dilaksanakan setiap 5 tahun sekali, sudara-sudara untuk mencapai semuanya itu maka unsur sejak tahun 2009, waktu itu saya ditugasi menjadi pembantu rektor 4 yang bergerak dibidang humas dan kerjasama. Tahun 2009  saya menginginkan unsur tidak hanya eksis di tingkat regional, nasional  tetapi juga internasional oleh karena itu pada tahun 2009 itu, 2010 awal, unsur melakukan kerjasama, kerjasama dengan berbagai lembaga ditingkan regional, nasional dan internasional, ditingkat internasional yang pertama, unsur bekerjasama dengan University of Malaya dengan universitas di malaysia yang sangat besar sehingga kita bisa belajar dari sana dan sampai dengan tahun 2015 ini ditingkat internasional, unsur sudah  melakukan MOU dan (bahasa inggris) itu dengan 52 universitas di berbagai negara baik di asean  di eropa timur maupun di eropa barat, apa ini fungsinya? Dari kerjasama itu apa? dari kerjasama ini  maka kita akan mencoba mengarahkan kepada menjadikan lembaga unsur ini sebagai lembaga yang berstandar, berstandar yang pertama standar setara nasional standar yang kedua nanti standar setara internasional, baru kemarin, pak ini, tahun .. bukan tahun masih hitungan bulan, hitungan bulan kemarin bulan ahir maret kita sudah melaksanakan akreditasi perguruan tinggi, akreditasi perguruan tinggi untuk unsur kemarin sudah kita laksanakan pada bulan maret. Perguruan tinggi di Indonesia ada kurang lebih 3500 dan baru perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang mengajukan akreditasi baru sekitar kurang lebih 700 perguruan tinggi negeri dan swasta termasuk didalamnya unsur sudah mengajukan. Apa yang mesti kita lakukan dengan standar itu? dengan standar nasional yangh harus kita benahi, maka pendidikan mulai dari program studi, fakultas, rektorat dan universitas ini maka sistem pendidikan yang harus kita benahi bagaimana proses pembelajaran itu supaya sesuai dengan standar pendidikan tinggi, arahan yang mengharuskan pelaksanaan proses pembelajaran sesuai dengan standar pendidikan tinggi ini, ini mengharuskan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang pertama pendidikan harus berbasis penelitian, yang kedua pendidikan harus, bukan harus tapi wajib melaksanakan pengabdian. Standar pendidikan tinggi ini mengharuskan kita seperti itu maka proses pembelajaran yang selanjutnya itu perlu diciptakan oleh SDM-SDM tenaga kependidikan maupun tenaga pendidik dosen yang berkualifikasi.  Oleh karena itu, tahun 2009 sampai dengan tahun 2010 di unsur tenaga pendidik dosen yang berkualifikasi S3 itu baru kurang lebih 3 orang, tapi sekarang tahun 2015 sudah lebih dari 20 orang dan ini terus dilaksanakan supaya dosen termasuk mahasiswa melakukan pendidikan-pendidikan lebih lanjut lagi, kita sudah melakukan kerjasama beberapa dosen sedang melaksanakan pendidikan baik didalam maupun luar negeri diantaranya di Spanyol mudah-mudahan segera selesai karena sudah beberapa tahun sekarang sedang program penelitian disertasi. Kemudian juga beberapa dosen lain sedang melakukan studi lanjut baik itu S3..S3 selanjutnya berdasarkan itu maka sistem pendidikan selain proses pembelajarannya yang tadi berbasis penelitian supaya nanti bisa melakukan kebermanfaatan kepada masyarakat di unsur dilakukan juga kerjasama dengan dinas-dinas terkait, terutama untuk pengembangan-pengembangan dunia industri maka dilakukanlah berbagai pengabdian dan penelitian para dosen kita sudah banyak yang melakukan pengadian kepada masyarakat khususnya di kabupaten Cianjur dan kita melakukan juga kerjasama baik dalam  penelitian dan pengabdian dengan provinsi juga, juga pemerintah pusat. Nah dengan kondisi seperti ini, maka mahasiswa sebagai bagian di dalamnya itu wajib mendukung pelaksanaan program ini sehingga sistem pendidikan kita betul-betul tadi bisa menyelesaikan segala tantangan yang ada bisa menjadikan pendidikan kita berstandar, tidak hanya standar nasional tetapi juga internasional dan ini dimulai dari proses pembelajaran kita dari mahasiswa, dari dosen, dan semua pelaku e..... akademik di e... di tataran akademik Universitas Suryakancana. Kondisi ini yang mengharuskan kita selalu menata bagaimana sebaiknya kurikulum, bagaimana sebaiknya pelaksanaan berbagai kegiatan semuanya itu ditata sehingga kita bisa terus menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman dan tuntutan kebutuhan, terutama dari berbagai peraturan yang ada. Ini dari fakultas keguruan misalnya ada yang kita sebut dengan sertifikasi dan pendidikan profesi, bagaimana supaya fakultas kita fakultas keguruan dan ilmu pendidikan sebagai bagian dari lembaga yang mengeluarkan tenaga-tenaga pendidik atau guru bisa membentuk program pendidikan profesi. Salah satu syaratnya adalah kita harus mempunyai asrama mahasiswa. Oleh karena itu, tagline kita mudah-mudahan rencana pembangunan kita itu sudah mempersiapkan wilayah untuk asrama mahasiswa putra dan putri. Tidak mungkin kita bisa melakukan pendidikan profesi di tempat kita sendiri kalau tidak memenuhi persyaratan. Persyaratan yang pertama adalah harus ada sekian doktor. Oleh karena itu sekarang semua dosen, semua dosen itu terus di apa dimotivasi untuk melanjutkan studi lanjut karena tidak mungkin ada pendidikan profesi kalau dokternya kurang. Yang kedua tadi karena persyaratan yang kedua kita harus ada asrama untuk mahasiswa putra dan putri, maka kita sudah mempersiapkan merencanakan pada tahun ke sekian kita harus ada asrama untuk putra dan putri. Mohon doa dari semuanya. Rencana pembangunan kita tidak hanya di dalam pengembangan sarana tapi juga tadi di pengembangan prasarananya ya. Oleh karena itu,  kerjasama sudara semuanya para mahasiswa, dan juga dosen serta tenaga kependidikan ini sangat perlukan. Sebab ini tidak mungkin perguruan tinggi kita mendapat kepercayaan baik dari lembaga di tingkat regional, nasional, apalagi internasional kalau kita sendiri di dalamnya belum bisa berbenah diri, maka yang wajib kita laksanakan adalah berbenah diri. Harus tercipta kenyamanan bagi mahasiswa, dosen, dan semua tenaga kependidikan di dalam pelaksanaan kegiatan Universitas Suryakancana itu. Ini semuanya tidak mungkin kita bisa mencapai itu kalau kita berdiam diri dan berpangku tangan, tidak mungkin. Tapi perlu kerja keras kita, perlu dituntut pemikiran kita bagaimana supaya langkah-langkah itu jangan hanya simbol, langkah-langkah itu bisa terwujud dengan baik. Tahun 2000 kita itu Universitas Suryakancana ini merger dari dua perguaran tinggi yaitu Sekolah Tinggi Hukum dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan yang kemudian menambah fakultas baru yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik dan Fakultas Agama Islam dengan Fakultas yang ada dengan 15 program studi ditambah dua prodi magister tahun pertahun dari sejak 2001 sekarang sudah tahun 2015 jadi usia nya masih sangat belia masih 15 tahun unsur ini, tahun pertahun perkembangannya harus diperhatikan dan untuk menjadikan standar internasional tahun 2031 tahapan-tahapan pada tahun 2001 sampai dengan 2005 kita masih melakukan proses adiptif dan pada 2006-2010 kita melaksanakan proses integratif dan seterusnya sehingga tahun 2031 kita menjadi lembaga pendidikan internasional. Saya kira itu ya supaya tidak terlalu panjang mudah-mudahan nanti kalau ada yang ditanyakan ditanya jawab saja, apa yang disampaikan mudah-mudahan bermanfaat dan saya titip untuk saudara-saudara, saya aldi dan ketua bem dan semua panitia beruntung saudara betul pendidikan itu tidak hanya diraih di bangku kelas sehingga nanti untuk sodara-sodara ke depan sodara tidak hanya keluar dari pendidikan tinggi dengan selembar ijazah dan selembar transkip nilai, tapi berdasarkan sistem pendidikan yang ada nanti sodara akan keluar dari pendidikan tinggi ini dengan yang pertama selmbar ijazah, yang kedua selembar transkip nilai dan yang ketiga SKPI yaitu Surat Keterangan Pendamping Ijazah. Apa itu SKPI? Surat Keterangan Pendapming Ijazah itu didalamnya berisi tetang identitas sodara, salah satu diantaranya adalah apakah saudara itu aktifis himpunan, aktifis BEM, aktifis DPM, BKIM atau mapaca, atau apapun akan tertulis didalamnya. Jadi selamat sodara-sodara pupuk terus kreatvitas dan aktifitas sodara jadikan pengalaman sangat berarti karena akan sekian tahun akan datang akan terukir di dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah. Selamat untuk semuanya. Wabillahi taufiq walhidayah. Wassalamualaikum WR. Wb.

PENGANALISISAN
KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DALAM ACARA SEMINAR DIALOG PENDIDIKAN PADA PEMATERI 4
Mengumpulkan data: berupa kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh siswa, misalnya hasil ulangan, karangan, atau percakapan.
Sampel data
No.
Sampel Data
1.
Senang saya ditugasi menjadi pembicara yang terakhir karena materi itu berbagai masalah dan kondisi nyata…”
2.
Kalo menerima surat dari panitia itu meminta supaya membahas apa peran pendidikan dalam pembangunan cianjur…”
3.
Kalo menerima surat dari panitia itu meminta supaya membahas apa peran pendidikan dalam pembangunan cianjur…”
4.
Ada masalah yang terdapat bagaimana ini dengan pengangkatan rekrutmen guru.
5.
Tadi bu Dr. Nom sudah menyebutkan pengangkatan PNS itu kebijakan pusat yang diimplementasikan oleh daerah, nanti bagaimana juga otonomi daerah…”
6.
Tahun 2031 kalau kita lihat, sekarang tahun 2015 jadi kurang lebih 15 tahun lagi.
7.
Sudara-sudara  untuk mencapai semuanya itu maka unsur sejak tahun 2009.
8.
Unsur sudah melakukan MOU dan (bahasa Inggris) itu dengan 52 universitas di berbagai Negara baik di ASEAN, di Eropa Timur maupun di Eropa Barat, apa ini fungsinya? Dari kerjasama itu apa?
9.
Dari kerjasama ini maka kita akan mencoba mengarah kepada menjadikan lembaga unsure ini sebagai lembaga yang berstandar.
10.
Selanjutnya berdasarkan itu maka sistem pendidikan selain proses pembelajarannya yang tadi berbasis penelitian.
11.
Supaya nanti bisa melakukan kebermanfaatan kepada masyarakat di unsur dilakukan juga kerja sama dengan dinas-dinas terkait.
12.
Oleh karena itu, deadline kita mudah-mudahan rencana pembangunan kita itu sudah mempersiapkan wilayah untuk asrama mahasiswa putra dan putri.
13.
Oleh karena itu, deadline kita mudah-mudahan rencana pembangunan kita itu sudah mempersiapkan wilayah untuk asrama mahasiswa putra dan putri.
14.
Ini dari fakultas misalnya ada yang kita sebut dengan sertifikasi dan pendidikan profesi.
15.
Oleh karena itu, sekarang semua dosen, semua dosen itu terus di apa di motivasi untuk melanjutkan studi lanjut karena tidak mungkin ada pendidikan profesi kalau dolternya kurang.
16.
Yang kedua tadi karena persyaratan yang kedua kita harus ada asrama untuk mahasiswa putra dan putri.
17.
Sebab ini tidak mungkin perguruan tinggi kita mendapat kepercayaan baik dari lembaga tingkat regional, nasional, dan internasional.
18.
Ini semuanya tidak mungkin kita bisa mencapai itu kalau kita berdiam diri dan berpangku tangan.
19.
Tahun 2000 kita itu universitas suryakancana ini marger dari dua perguruan tinggi.
20.
Saya kira itu ya supaya tidak terlalu panjang.
21.
Aktivitas sodara jadikan pengalaman sangat berarti.
22.
Supaya nanti bisa melakukan kebermanfaatan kepada masyarakat di unsur dilakukan juga kerja sama dengan dinas-dinas terkait.

Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kesalahan: mengenali dan memilah-milah kesalahan berdasarkan kategori kebahasaan, misalnya kesalahan-kesalahan pelafalan, pembentukan kata, penggabungan kata, penyusunan kalimat.
No.
Tataran Morfologi
1.
Supaya nanti bisa melakukan kebermanfaatan kepada masyarakat di unsur dilakukan juga kerja sama dengan dinas-dinas terkait.

No.
Tataran Sintaksis
1.
Senang saya ditugasi menjadi pembicara yang terakhir karena materi itu berbagai masalah dan kondisi nyata…”
2.
Kalau menerima surat dari panitia itu meminta supaya membahas apa peran pendidikan dalam pembangunan cianjur…”
3.
Ada masalah yang terdapat bagaimana ini dengan pengangkatan rekrutmen guru.
4.
Tadi bu Dr. Nom sudah menyebutkan pengangkatan PNS itu kebijakan pusat yang diimplementasikan oleh daerah, nanti bagaimana juga otonomi daerah…”
5.
Tahun 2031 kalau kita lihat, sekarang tahun 2015 jadi kurang lebih 15 tahun lagi.
6.
Unsur sudah melakukan MOU dan (bahasa Inggris) itu dengan 52 universitas di berbagai Negara baik di ASEAN, di Eropa Timur maupun di Eropa Barat, apa ini fungsinya? Dari kerjasama itu apa?
7.
Dari kerjasama ini maka kita akan mencoba mengarah kepada menjadikan lembaga unsure ini sebagai lembaga yang berstandar.
8.
Selanjutnya berdasarkan itu maka sistem pendidikan selain proses pembelajarannya yang tadi berbasis penelitian.
9.
Ini dari fakultas misalnya ada yang kita sebut dengan sertifikasi dan pendidikan profesi
10.
Oleh karena itu, sekarang semua dosen, semua dosen itu terus di apa di motivasi untuk melanjutkan studi lanjut karena tidak mungkin ada pendidikan profesi kalau dokternya kurang.
11.
Yang kedua tadi karena persyaratan yang kedua kita harus ada asrama untuk mahasiswa putra dan putri.
12.
Sebab ini tidak mungkin perguruan tinggi kita mendapat kepercayaan baik dari lembaga tingkat regional, nasional, dan internasional.
13.
Ini semuanya tidak mungkin kita bisa mencapai itu kalau kita berdiam diri dan berpangku tangan.
14.
Saya kira itu ya supaya tidak terlalu panjang.
15.
Oleh karena itu, deadline kita mudah-mudahan rencana pembangunan kita itu sudah mempersiapkan wilayah untuk asrama mahasiswa putra dan putri.
16.
Supaya nanti bisa melakukan kebermanfaatan kepada masyarakat di unsur dilakukan juga kerja sama dengan dinas-dinas terkait.

No.
Tataran Fonologi
1.
Kalo menerima surat dari panitia itu meminta supaya membahas apa peran pendidikan dalam pembangunan cianjur…”
2.
Sudara-sudara untuk mencapai semuanya itu maka unsur sejak tahun 2009
3.
Aktivitas sodara jadikan pengalaman sangat berarti.

No.
Tataran Leksikon
1.
Tahun 2000 kita itu universitas suryakancana ini marger dari dua perguruan tinggi.
2.
Oleh karena itu, deadline kita mudah-mudahan rencana pembangunan kita itu sudah mempersiapkan wilayah untuk asrama mahasiswa putra dan putri.
Memperingkat kesalahan: mengurutkan letak kesalahan, penyebab kesalahan, dan memberikan contoh yang benar.
Berdasarkan hasil klasifikasi kesalahan pada penggunaan bahasa oleh penyaji ketiga (DR. HJ. Iis Ristiani, M.Pd.) dalam acara dialog pendidikan yang langsungkan pada tanggal 6 Mei 2015 hari Rabu, peringkat pertama diduduki oleh tataran sintaksis, hal ini dikarenakan pada tataran tersebut ditemukan 16 kesalahan dalam struktur kalimat. Adapun pada peringkat kedua diduduki oleh tataran fonologi, hal ini dikarenakan pada tataran fonologi ditemukan 3 kesalahan dalam hal perubahan dan pengurangan fonem. Peringkat ketiga diduduki oleh tataran leksikon, karena pada tataran ini terdapat 2 kesalahan dalam hal pemilihan kata. Sedangkan peringkat keempat diduduki oleh tataran morfologi, karena pada tataran tersebut ditemukan 1 kesalahan dalam hal pembentukan kata.

Menjelaskan kesalahan: menggambarkan letak kesalahan, penyebab kesalahan, dan memberikan contoh yang benar

TATARAN MORFOLOGI
No.
Menggambarkan Kesalahan
Penyebab Kesalahan
Contoh yang Benar
1.
Kebermanfaatan
Kurangnya pemahaman mengenai penggunaan afiks pada kata dasar
Manfaat

TATARAN SINTAKSIS
No
Menggambarkan Kesalahan
Penyebab Kesalahan
Contoh yang Benar
1.
Senang saya ditugasi menjadi pembicara yang terakhir karena materi itu berbagai masalah dan kondisi nyata…”
Adanya kekeliruan berbahasa
Saya senang ditugasi untuk menjadi pembicara terakhir, karena materi yang dibahas menyangkut berbagai masalah dan  kondisi nyatanya.
2.
Kalau menerima surat dari panitia itu meminta supaya membahas apa peran pendidikan dalam pembangunan Cianjur…”
Adanya kekeliruan berbahasa
Kalau menerima surat dari panitia, saya diminta untuk membahas peran pendidikan dalam pembangunan Cianjur.
3.
Ada masalah yang terdapat bagaimana ini dengan pengangkatan rekrutmen guru.
Adanya kekeliruan berbahasa
Ada masalah yang kita hadapi saat ini, yaitu bagaimana dengan nasib pengangkatan rekrutmen guru.
4.
Tadi bu Dr. Nong sudah menyebutkan pengangkatan PNS itu kebijakan pusat yang diimplementasikan oleh daerah, nanti bagaimana juga otonomi daerah…”
Adanya kekeliruan berbahasa
Tadi ibu Dr. Nong sudah menyebutkan bahwa pengangkatan PNS itu diatur oleh kebijakan pusat yang nantinya akan diimplementasikan oleh daerah, sehingga pada akhirnya semua itu tergantung pada kebijakan otonomi daerah.
5.
Tahun 2031 kalau kita lihat, sekarang tahun 2015 jadi kurang lebih 15 tahun lagi.
Adanya kekeliruan berbahasa
Sekarang tahun 2015, jadi untuk menuju ke tahun 2031 kurang lebih 15 tahun lagi.
6.
Unsur sudah melakukan MOU dan letter of intens itu dengan 52 universitas di berbagai Negara baik di ASEAN, di Eropa Timur maupun di Eropa Barat, apa ini fungsinya? Dari kerjasama itu apa?
Adanya kekeliruan berbahasa
Unsur sudah melakukan MOU dan letter of intens  dengan 52 universitas di berbagai Negara baik di ASEAN, di Eropa Timur maupun di Eropa Barat. Jadi fungsi dari kerjasama itu apa?
7.
Dari kerjasama ini maka kita akan mencoba mengarah kepada menjadikan lembaga unsure ini sebagai lembaga yang berstandar.
Adanya kekeliruan berbahasa
Dari kerjasama ini, kita akan mencoba untuk menjadikan lembaga unsur ini sebagai lembaga yang berstandar.
8.
Selanjutnya berdasarkan itu maka sistem pendidikan selain proses pembelajarannya yang tadi berbasis penelitian.
Adanya kekeliruan berbahasa
Selanjutnya berdasarkan hal itu, maka sistem pendidikan pada akhirnya bermuara pada proses pembelajaran yang berbasis penelitian.
9.
Ini dari fakultas misalnya ada yang kita sebut dengan sertifikasi dan pendidikan profesi
Adanya kekeliruan berbahasa
Dari fakultas misalnya, ada yang kita sebut dengan sertifikasi dan ada yang kita sebut dengan pendidikan profesi.
10.
Oleh karena itu, sekarang semua dosen, semua dosen itu terus di apa di motivasi untuk melanjutkan studi lanjut karena tidak mungkin ada pendidikan profesi kalau dokternya kurang.
Adanya kekeliruan berbahasa
Oleh karena itu, sekarang semua dosen terus diberikan motivasi untuk melanjutkan studi lanjut, karena tidak mungkin ada pendidikan profesi kalau dokternya kurang.
11.
Yang kedua tadi karena persyaratan yang kedua kita harus ada asrama untuk mahasiswa putra dan putri.
Adanya kekeliruan berbahasa
Persyaratan yang kedua yaitu kita harus memiliki asrama untuk mahasiswa putra dan mahasiswa putri.
12.
Sebab ini tidak mungkin perguruan tinggi kita mendapat kepercayaan baik dari lembaga tingkat regional, nasional, dan internasional.
Adanya kekeliruan berbahasa
Sebab tidak mungkin perguruan tinggi kita mendapatkan kepercayaan baik dari lembaga tingkat regional, nasional dan internasional.
13.
Ini semuanya tidak mungkin kita bisa mencapai itu kalau kita berdiam diri dan berpangku tangan.
Adanya kekeliruan berbahasa
tidak mungkin kita bisa mencapai semua itu kalau kita berdiam diri dan berpangku tangan.
14.
Saya kira itu ya supaya tidak terlalu panjang.
Adanya kekeliruan berbahasa
Supaya tidak terlalu panjang, saya kira hanya itu yang bisa saya sampaikan.
15.
Oleh karena itu, deadline kita mudah-mudahan rencana pembangunan kita itu sudah mempersiapkan wilayah untuk asrama mahasiswa putra dan putri.
Adanya kekeliruan berbahasa
Oleh karena itu, mudah-mudahan rencana kita dalam mempersiapkan wilayah untuk pembangunan asrama mahasiswa putra dan putra dapat terlaksana sebelum tenggang waktu yang telah ditentukan.
16.
Supaya nanti bisa melakukan kebermanfaatan kepada masyarakat di unsur dilakukan juga kerja sama dengan dinas-dinas terkait.
Adanya kekeliruan berbahasa
Supaya nanti kita bisa memberikan manfaat kepada masyarakat, maka unsure melakukan kerja sama dengan dinas-dinas terkait.

TATARAN FONOLOGI
No.
Menggambarkan Kesalahan
Penyebab Kesalahan
Contoh yang Benar
1.
Kalo menerima surat dari panitia itu meminta supaya membahas apa peran pendidikan dalam pembangunan cianjur…”
Adanya kekeliruan dalam berbahasa
Kalau
2.
Sudara-sudara untuk mencapai semuanya itu maka unsur sejak tahun 2009
Adanya kesalahan dalam berbahasa karena dilakukan secara sistematis dan konsisten
Saudara-saudara
3.
Aktivitas sodara jadikan pengalaman sangat berarti.
Adanya kesalahan dalam berbahasa karena dilakukan secara sistematis dan konsisten
Saudara

TATARAN LEKSIKON
No.
Menggambarkan Kesalahan
Penyebab Kesalahan
Contoh yang Benar
1.
Tahun 2000 kita itu universitas suryakancana ini merger dari dua perguruan tinggi.
Adanya pengaruh dari  bahasa asing
Tahun 2000, Universitas Suryakancana Cianjur merupakan gabungan dari dua perguruan tinggi.
2.
Oleh karena itu, deadline kita mudah-mudahan rencana pembangunan kita itu sudah mempersiapkan wilayah untuk asrama mahasiswa putra dan putri.
Adanya pengaruh dari  bahasa asing
Oleh karena itu, mudah-mudahan rencana kita dalam mempersiapkan wilayah untuk pembangunan asrama mahasiswa putra dan putra dapat terlaksana sebelum tenggang waktu yang telah ditentukan

Memprakirakan atau memprediksi daerah atau butir kebahasaan yang rawan: meramalkan tataran bahasa yang dipelajari yang potensial mendatangkan kesalahan.
Setelah kita melakukan penganalisisan terhadap tuturan pemateri 4 dialog pendidikan, dapat kita prediksi bahwa tataran bahasa yang berpotensial mendatangkan kesalahan adalah dari tataran sintaksis (struktur kalimat), hal ini merupakan kekeliruan karena pemateri 4 sebenarnya mengetahui tata kebahasaan yang baik dan benar, namun  akibat dari kelelahan, kecapean, gugup, emosional, dan kondisi ruangan maka terjadi kekeliruan-kekeliruan dalam berbahasa.

Mengoreksi kesalahan: memperbaiki dan bila dapat menghilangkan kesalahan melalui penyusunan bahan yang tepat, buku pegangan yang baik, dan teknik pengajaran yang serasi.
TATARAN MORFOLOGI
No.
Salah
Benar
1.
Kebermanfaatan
Manfaat

TATARAN SINTAKSIS
No
Salah
Benar
1.
Senang saya ditugasi menjadi pembicara yang terakhir karena materi itu berbagai masalah dan kondisi nyata…”
Saya senang ditugasi untuk menjadi pembicara terakhir, karena materi yang dibahas menyangkut berbagai masalah dan  kondisi nyatanya.
2.
Kalau menerima surat dari panitia itu meminta supaya membahas apa peran pendidikan dalam pembangunan Cianjur…”
Kalau menerima surat dari panitia, saya diminta untuk membahas peran pendidikan dalam pembangunan Cianjur.
3.
Ada masalah yang terdapat bagaimana ini dengan pengangkatan rekrutmen guru.
Ada masalah yang kita hadapi saat ini, yaitu bagaimana dengan nasib pengangkatan rekrutmen guru.
4.
Tadi bu Dr. Nong sudah menyebutkan pengangkatan PNS itu kebijakan pusat yang diimplementasikan oleh daerah, nanti bagaimana juga otonomi daerah…”
Tadi ibu Dr. Nong sudah menyebutkan bahwa pengangkatan PNS itu diatur oleh kebijakan pusat yang nantinya akan diimplementasikan oleh daerah, sehingga pada akhirnya semua itu tergantung pada kebijakan otonomi daerah.
5.
Tahun 2031 kalau kita lihat, sekarang tahun 2015 jadi kurang lebih 15 tahun lagi.
Sekarang tahun 2015, jadi untuk menuju ke tahun 2031 kurang lebih 15 tahun lagi.
6.
Unsur sudah melakukan MOU dan letter of intens itu dengan 52 universitas di berbagai Negara baik di ASEAN, di Eropa Timur maupun di Eropa Barat, apa ini fungsinya? Dari kerjasama itu apa?
Unsur sudah melakukan MOU dan letter of intens  dengan 52 universitas di berbagai Negara baik di ASEAN, di Eropa Timur maupun di Eropa Barat. Jadi fungsi dari kerjasama itu apa?
7.
Dari kerjasama ini maka kita akan mencoba mengarah kepada menjadikan lembaga unsure ini sebagai lembaga yang berstandar.
Dari kerjasama ini, kita akan mencoba untuk menjadikan lembaga unsur ini sebagai lembaga yang berstandar.
8.
Selanjutnya berdasarkan itu maka sistem pendidikan selain proses pembelajarannya yang tadi berbasis penelitian.
Selanjutnya berdasarkan hal itu, maka sistem pendidikan pada akhirnya bermuara pada proses pembelajaran yang berbasis penelitian.
9.
Ini dari fakultas misalnya ada yang kita sebut dengan sertifikasi dan pendidikan profesi
Dari fakultas misalnya, ada yang kita sebut dengan sertifikasi dan ada yang kita sebut dengan pendidikan profesi.
10.
Oleh karena itu, sekarang semua dosen, semua dosen itu terus di apa di motivasi untuk melanjutkan studi lanjut karena tidak mungkin ada pendidikan profesi kalau dokternya kurang.
Oleh karena itu, sekarang semua dosen terus diberikan motivasi untuk melanjutkan studi lanjut, karena tidak mungkin ada pendidikan profesi kalau dokternya kurang.
11.
Yang kedua tadi karena persyaratan yang kedua kita harus ada asrama untuk mahasiswa putra dan putri.
Persyaratan yang kedua yaitu kita harus memiliki asrama untuk mahasiswa putra dan mahasiswa putri.
12.
Sebab ini tidak mungkin perguruan tinggi kita mendapat kepercayaan baik dari lembaga tingkat regional, nasional, dan internasional.
Sebab tidak mungkin perguruan tinggi kita mendapatkan kepercayaan baik dari lembaga tingkat regional, nasional dan internasional.
13.
Ini semuanya tidak mungkin kita bisa mencapai itu kalau kita berdiam diri dan berpangku tangan.
tidak mungkin kita bisa mencapai semua itu kalau kita berdiam diri dan berpangku tangan.
14.
Saya kira itu ya supaya tidak terlalu panjang.
Supaya tidak terlalu panjang, saya kira hanya itu yang bisa saya sampaikan.
15.
Oleh karena itu, deadline kita mudah-mudahan rencana pembangunan kita itu sudah mempersiapkan wilayah untuk asrama mahasiswa putra dan putri.
Oleh karena itu, mudah-mudahan rencana kita dalam mempersiapkan wilayah untuk pembangunan asrama mahasiswa putra dan putra dapat terlaksana sebelum tenggang waktu yang telah ditentukan.
16.
Supaya nanti bisa melakukan kebermanfaatan kepada masyarakat di unsur dilakukan juga kerja sama dengan dinas-dinas terkait.
Supaya nanti kita bisa memberikan manfaat kepada masyarakat, maka unsure melakukan kerja sama dengan dinas-dinas terkait.



TATARAN FONOLOGI
No.
Salah
Benar
1.
Kalo menerima surat dari panitia itu meminta supaya membahas apa peran pendidikan dalam pembangunan cianjur…”
Kalau
2.
Sudara-sudara untuk mencapai semuanya itu maka unsur sejak tahun 2009
Saudara-saudara
3.
Aktivitas sodara jadikan pengalaman sangat berarti.
Saudara

TATARAN LEKSIKON
No.
Salah
Benar
1.
Tahun 2000 kita itu universitas suryakancana ini merger dari dua perguruan tinggi.
Tahun 2000, Universitas Suryakancana Cianjur merupakan gabungan dari dua perguruan tinggi.
2.
Oleh karena itu, deadline kita mudah-mudahan rencana pembangunan kita itu sudah mempersiapkan wilayah untuk asrama mahasiswa putra dan putri.
Oleh karena itu, mudah-mudahan rencana kita dalam mempersiapkan wilayah untuk pembangunan asrama mahasiswa putra dan putra dapat terlaksana sebelum tenggang waktu yang telah ditentukan



Sekilas Perjalanan di Pulau Sumatera

HORAS BAH !

Salah satu tujuan tempat berlibur paling terkenal di Pulau Sumatera adalah Danau Toba yang ditengahnya terdapat pulau Samosir. Tahukah Anda? ke dua objek wisata ini terletak di Provinsi Sumatera Utara, dengan Medan sebagai ibukotanya. Kota Medan merupakan kota terbesar di Pulau Sumatera. Dan Medan merupkan kota terbesar ketiga setelah Jakarta dan Surabaya.
Mayoritas Penduduk Kota Medan adalah suku Batak. Suku ini adalah salah satu suku yang cukup besar di Indonesia. Bahasa Batak “horas” cukup populer didengar sebagai salam saat mereka saling bertemu atapun menyapa orang lain.

Perjalan selama sepuluh hari di Medan merupakan perjalan terpanjang di pulau Sumatera bersama enam kawan seperjuangan. Kiranya banyak kegiatan yang kami lakukan di sana selain mengunjungi salah satu objek wisata di kota medan; bertemu dengan mahasiswa dari berbagai kampus dengan perbedaan RAS ada yang dari jawa, kalimantan, sumatra dan sulawesi, karena dalam kegiatan IMABSII ini baru tergabung dari sabang sampai Gorontalo.

Pada esensialnya kegiatan yang melibatkan seluruh Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia ini telah menghasilan beberapa Rapat Kerja Nasional. Salah satunya rapat kerja yag berkerja sama dengan badan bahasa yaitu menasinalisasikan bahasa Indonesia dan kuat menembus pasar global MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) 2015. Tentunya berbeda ragam bahasa dan budaya tidak membedakan kita untuk memperjuangkan bahasa indonesia di kancah yang lebih luas. 

Perlu kita kaji di kampus kita bagaimana mempertahankan bahasa indonesia ini menjadi suatu objek sentral dalam KMB dan tentunya menjadi suatu penghela menuju pintu indonesia yang nasional.  Dalam rapat kerja nasional IMABSII yang di laksanakan pada tanggal 22-24 November ini juga menghasilkan program kerja yang menjadi perangai untuk memperhatikan keadaan sekitar yaitu Advokasi dan Kajian terbuka yang mana dalam program ini setiap dari kita HMJ atau pun anggota didalamnya mesti cepat tanggap dengan permasalahn yang ada d sekitar.

Dalam pertemuan itu pula banyak cerita tentang permasalahn yang ada di berbagai daerah dan pulau. Ada salah satu permasalah yang terjadi di perbatasan dan itu menjadi tugas kita untuk menyelamatkan indonesia di wilayah perbatasan itu. Kurangnya perhatian pemeritah mungkin menjadi salah satu penyebab terjadinya naturalisasi budaya, bahasa bahakan kehidupan yang lebih condong ke negara lain dan hal itu terjadi di atara perbatasan malaysia dan kalimantan.  
Barangkali masalah ini adalah satu dari ribuan yang baru di ketahui. Apapun yang menjadi penyebab dan siapapun dimaapun itu adalah tugas kita sebagai penghuni yang satu tanah air.

Beranjak pada pertemuan simposium yang dilaksanakan di GOR kabupaten asahan yang mana acara simposium itu di hadiri oleh dinas pendidikan, para guru, siswa dari menegah pertana samapai atas serta mahasiswa. Dalam simposium ini juga mengahasilaan satu keimpulan yang patut kita kaji sebaga tugas kita sebagai bangsa indonesia dan pelajar yaitu mempertahnakan bahasa indonesia ini secara uuh agar tidak terjadinya penympangan bahsa yang terlalu di lebih-lebihkan. Terlebih di jaman yang semakin hari semakin berkembang, dan bahasa yang semaki hari semakin melebih juga akibat dari keberadaan. 

Perjalanan yang luar biasa juga terjadi di danau Toba dan samosir. Yang mana mayoritas penduduk sana adalah Suku Batak Toba. Danau Toba itu di ibaratkan lautnya Wan Anwar yang tak pernah marah, ketenangan kedamaian yang terasa jika tatapan mata ini lebih lama menatap danau Toba itu. Danau yang di himpit oleh keindahan yang Maha Kuasa. Ada keunikan yang ada di tengah-tengah danau toba itu yaitu pulau Samosir. di pulau Samosir sana kami di sambut dengan kebuyaan batak toba yaitu dengan menari si- gale-gale. Sebelum menari si gale-gale seorang ketua adat menjelaskan terlebih dahulu tentang sejarah batak toba di Samosir. 





Catatan Nasreen

hujan mengahantarkanku untuk lebih dekat dengan sunyi. setelah kemarin saya memutuskan untuk tidak menjadi Amba. saya mulai kembali menjadi Nasreen yang dulu. barangkali tetap menjadi Putri Nasreen yang ingin memeluk kebaikan akan memberikan ketenangan yang berarti. sunyi yang bermartabat
seperti bacaan minggu ini “hujan bulan juni” meski aku sedikit leha-leha. bahkan dengan  kalimat yang begitu panjang namun tidak membosankan.
sekarang saya mendatangkan Nasreen (lagi). setelah hampir setahun lamanya ia beristirahat.  sangat lama. entah apa yang sedang ia pikirkan. entah apa yang saat  ini ia kerjakan.
lama  gitar itu tak ia mainkan. lama juga tak mendengarkan musik. kini ia kembali. membenahi semuanya. dan aku merindukan Nasreen dua tahun lalu.  “selain duduk dikamar, kemudian melakukan hal yang menyenangkan buatmu?”
“aku tidak tahu selama itu duduk dan sore ini aku bangun. dibangunkan Amba yang tak kukenal, tapi kau mengenalnya. kenapa kau tidak membangunkanku”
“terlalu banyak hal yang membuatku enggan untuk membangunkanmu. kamu terlalu asyik dengan duniamu sekarang. lihatlah kamu! tampak menghitam!”
“aku akan bangun dan ikut mendoakan Bapakmu.”
“kamu tahu bapakku sakit?”
“lebih dari sekadar tahu. hanya saja, aku diam dibelakangmu.”
“terima kasih. tapi aku yakin dimanapun doa. Tuhan selalu tahu dan mendengar. bahkan ia akan mengabulkan. meski sesekali dan entah kapan.”
“nanti kita bicara lagi setelah magrib. silakan lanjutkan dulu pekerjaanmu.”

….

entah apa lagi yang perempuan itu bicarakan di depan cermin. tampaknya ia begitu khusyuk berbicara masa lalu.

Sekumpulan Cerpen Lalu

Cerpen 1


Misteri Ayam Balkon   
                                                                                                   
“Bangun Nak, sudah subuh cepat ambil wudhu dan sholatlah!”. Sapa ibu sambil memegang badanku.
“iya, Bu”. Sahutku lemas
Hari semakin siang, dan  hari  ini ayam lebih awal bangun dariku. Tapi tak apa,  karena ayam baru mengalahkanku pagi ini saja. Ketika aku beranjak  ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, ayam menunggu. Entahlah...apa yang ayam itu tunggu, tapi ayam itu terlihat kedinginan. Dia hanya diam diam dan diam tanpa bersuara. Apa ayam itu sedang memikirkan sebuah masalah atau kedinginan? tapi,jika pun kedinginan dia pasti menyembunnyikan sayapnya dan jongkok tanpa bergerak, tapi ayam ini berbeda, dia berdiri, menoleh ke kanan, ke kiri kedepan, ke belakang, dan terus saja seperti  itu. Ayam itu seperti satpam yang menunggu kamar mandi. Berhubung Kamar mandi di rumahku menyatu dengan alam jadi ayam selalu berdiri di atas balkon kamar mandi.
Hingga hari berikutnya aku bangun dengan tergesa-gesa dan saat itu adzan subuh juga belum, tapi aku ingin bangun lebih awal dari pada ayam.
“Tumben Nak sudah bangun?”tanya ibu heran.
“iya dong bu”. Jawabku singkat.
“Ah, biasanya kau bangun setelah adzan subuh, bahkan 30 menit setelah adzan subuh kamu baru mengambil wudhu”. Kata Ibu mengejek
“hehe...Ibu, memangnya kalau aku bangun sebelum ayam berkokok gak boleh ya...?” jawabku memelas menuju kamar mandi.
Ibu langsung beranjak kedapur, seperti biasa ibu selalu masak pagi-pagi  karena aku dan adik selalu berangkat kesekolah pagi.
Ketika aku mau mandi, lagi-lagi ayam itu berdiri diatas balkon, dan entah apa yang dia lakukan yang pasti kegiatannya tak jauh berbeda dari hari sebelumnya yaitu berdiri, menoleh kekanan, menoleh ke kiri, dan menoleh kedepan serta kebelakang.
Aku memperhatikan ayam itu, terus memperhatikannya hingga matahari mulai mengintip, aku sengaja mandi lama agar aku tahu apa yang dilakukan ayam itu setelah siang menjelang, dan kapan dia beranjak dari balkon. Namun seeusai mandi ayam dia tidak pergi juga dan ketika mau berangkat sekolah pun ayam itu masih juga belum beranjak.
“Ayam itu selalu membuat aku penasaran?”gumamku sembari bergegas kesekolah.
Ketika di jalan aku menceritakan pada temanku yang bernama Aas , bahwasannya aku mempunyai ayam yang selalu diam diatas balkon. Tapi dia hanya senyum-senyum saja dan dia mengatakan aku terlalu berlebihan, ayam saja diperhatikan. Dia tidak tahu bahwa ayam itu benar-benar aneh, aku merasa ada yang ayam sembunyikan. Tapi temanku kukuh dengan ketidak percayaannya terhadapku.
“Kau ini bagaimana sih, masa ayam kau anggap detektif?”.Ejek Aas sembari tertawa. Setiap aku cerita ayam itu kepada Aas, dia selalu mentertawakan aku, dan hanya mengatakan bahwa aku terlalu banyak berhayal.
*
Waktu tak pernah berhenti dan selalu berputar meski sejenak bernafas dengan rasa kepenasaranku yang semakin meningkat. Ketika malam tiba aku mencoba melihat aktivitas ayam itu,dan ternyata jam 19.00 wib, ayam itu belum terlihat diatas balkon.
“Jam berapa ayam itu naik ke atas balkon, kenapa jam segini belum ada?”gumamku dalam hati.
Aku kembali ke kamar dengan rasa penasaran yang enggan pergi setelah ayam itu hadir diatas balkon. Aku tidak bisa tidur malam itu, rasa penasaran itu semakin besar. Jarum jam menunjuk ke arah angka sembilan, waktunya untuk tidur. Tiba-tiba aku mendengar suara ayam berkokok.
“Sepertinya itu ayam yang selalu ada dibalkon”. Aku bergegas kekamar mandi untuk memastikan apakah itu benar ayam yang selalu ada di balkon. Dan ternyata itu memang benar-benar ayam yang selalu ada dibalkon.
“Ternyata, ayam itu selalu naik keatas balkon sekitar jam sembilan malam”.gumamku dalam hati.
Sedang apa ayam itu, tapi sepertinya dia mau tidur. Terlihat matanya mulai menutup, dan sayapnya mulai ditutup, ayam itu hendak duduk.
“Ayam itu hanya numpang tidur, dan mungkin dia hanya kesepian saja tidak punya teman untuk berdiskusi jadi dia memilih di balkon agar suara air menemani kesepiannya”. Pikirku sembari memperhatikannya. Hari semakin malam aku bergegas ketempat tidur untuk beristirahat.

**
Tak terasa malam cepat berlalu. Seperti hari-hari sebelumnya sesudah bangun aku hendak kekamar mandi, dan terlihat ayam itu sudah bangun. Tak lama kemudian ada kucing yang menghampiri ayam itu, kucing diam disampingnya.
Sepertinya terjadi percakapan diantara mereka, namun aku tak tahu secara pasti percakapan apa yang mereka bicarakan. Timbul dalam banyangaku percakapan ayam dan kucing.
“Hai ayam, apa yang kau lakukan disini, setiap hari kau selalu ada di balkon ini” . Tanya seekor kucing dalam bayanganku.
“Hai, aku hanya butuh teman untuk meramaikan hatiku yang sepi dan aku merasa air ini menemani kesepianku, makannya aku senang berada diatas balkon kamar mandi ini, terus sedang apa kamu disini?’. Tanya ayam dan  suaranya semakin keras dalam bayanganku.
“Aku sedang memperhatikanmu dari kemarin,  setiap malam kau dibalkon ini tanpa teman, dan kau membuat aku penasaran ,Mungkin aku bisa menjadi temanmu?”. Sahut Kucing dalam bayanganku.
Andai aku tahu apa yang mereka bicarakan mungkin aku tidak akan berkhayal, sampai-sampai aku berkhayal terlalu jauh serta mendeskripsikan percakapan kucing dan ayam, seolah percakapanku dengan ayam. Tapi aku membiarkan mereka diatas balkon itu.
***
            “Aku pulang....”teriakku sambil membuka pintu. Dari luar sudah harum dengan makanan kesukaan ipin upin, yaitu ayam goreng.
“Kamu ini nak, kamu muslim kan, ucapkan salam kalau masuk rumah itu, biasakan nak”. Sapa ibu lembut
”Iya bu, Karin lupa.” Celotehku sambil mencium tangan ibu
“Ya sudah makan dulu, Nak” suruh ibu, sambil menyodorkan sepiring nasi dan Ayam goreng.
“Wih..asyik makan dengan ayam goreng, Ibu lagi banyak uang ya, bagi dong”. Ejekku memelas manja
“Uang darimana nak, ayahmu kan belum pulang. Ayam ini ayam hitam yang selalu ada diatas balkon, Tiba-tiba ayam itu mati, ibu juga tidak tahu ayam ini matinya kenapa.”kata ibu sambil makan
Aku kaget sampai-sampai aku tidak nafsu makan ketika ibu berkata bahwa ayam yang selalu ada di atas balkon itu tiba-tiba mati, kenapa dengan ayam itu, dia mati dan meninggalkan misteri penasaranku terhadapnya.
Pemikiranku semakin berputar dan semakin berpikir tak karuan. Apakah ayam itu mati karena penyakitnya?, Apakah yang dia lakukan diatas balkon adalah hari-hari terakhirnya?, Entahlah...pikiranku semakin ngaco dan tak bisa ku kendalikan.
“Nak, ayo makan. Kenapa kau bengong seperti itu. “ suruh ibu sambil memegang bahuku.
“Iya Ibu”. Jawabku kaget.
Sampai sekarang aku tak bisa memecahkan misteri ayam itu dengan Bukti yang nyata, aku hanya bisa berkata dengan pikiran dan kejadian yang ada. Semoga kita bisa bercakap diakherat nanti ayam balkon, aku tidak akan melupakan rasa penasaran ini terhadapmu. Dan akhirnya balkon itu akan menjadi pemandangan yang kosong dimataku karena kau telah meniggalkannya.

cerpen 2


Tertinggal Tanpa Cerita
Oleh : Siti Halimah

Tatkala liburan telah tiba dan pengabdian pada masyarakat pun dimulai, kami hanya dibekali dengan segudang pembekalan untuk bermasyrakat. Dengan membawa berbagai peralatan yang diperlukan ditempat yang akan kami singgahi selama dua minggu, minggu siang itu pun kami berangkat. 
Di Desa Darungdung Kecamatan Cikalong kulon , disana kami mulai melaksanakan tugas akhir tahun dari sekolah, kami terbagi dalam 4 kelompok dan  di tempatkan dalam satu desa, dalam tugas itu kami diberi amanah untuk memasyarakatkan masyarakat dengan kemampuan kami. Dan tentunya banyak pengabdian yang harus kami lakukan disana seperti membantu aparat desa, membantu anak-anak Madrasah Diniah dalam belajar, mengikuti kegiatan dipesantren setempat, dan mengisi waktu luang anak-anak sekolah dasar selama mereka liburan,serta mengikuti berbagai macam ritual religius yang dilaksanakan didesa tersebut yaitu pengajian ibu-ibu, rutinan serta kegiatan lainnya.
“Aduh..dimana ini, jauh sekali rumah kontrakannya, sudah 2 jam perjalan ini? Keluh Delis yang mulai kecapean. 
“sabar, sebentar lagi kita sampai, diujung sana sudah kelihatan rumahnya?”tunjuk bu husna sambil mendekati Delis.
Kami langsung melanjutkan perjalanan, karena terlihat sore itu juga nampaknya hujan akan turun. Dengan langkah yang tanpa ragu aku memimpin jalan agar kami cepet sampai.
“ayo teman-teman, beberapa langkah lagi kita sampai ke kontrakan itu!” teriakku semangat.
Rumah yang akan kami tempati itu sepertinya nyaman untuk ditempati, tapi beberapa meter sebelum kami sampai ke rumah itu, sepertimya rumah itu sudah di tempati karena terlihat ibu-ibu sedang  mengangkat jemuran pakaian dan kami pun mendekat.
“apakah  ade-ade ini dari pondok pesantren al Miftah yang akan tingggal di desa kami serta akan  menempati rumah ini?”sapa ibu itu sambil menjemur pakaian.
“iya ibu !”, jawab heran Ibu Mariam
“maaf Ibu, kontrakannya sudah dialihkan ke sebrang jalan sana, nanti pemilik kontrakan ini juga akan kesini, bisa ditunggu sebentar bu”. Kata ibu itu sambil mempersilahkan kami ke rumah.
Kami pun terdiam, kami saling lirik satu sama lain, karena tidak ada konfirmasi sebelumnya sehingga kami pun tidak tahu keadaan  kotrakan kami yang akan kami tinggali saat itu. Kami mencoba untuk bersikap tenang dan nampak biasa-biasa saja namun sepertinya hal itu sulit dilakukan oleh nindi, nindi tampak gelisah karena biasanya kalau di oper kontrakan itu selalu menimbulkan tempat yang tidak layak untuk orang yangg dioper.  Tak lama kemudian Ibu kontrakan datang. 
“Maaf Neng kontrakannya dipindahkan, mari ikut Ibu”. Ajak Ibu kontrakan sambil jalan.
Entah apa yang merasuki pikiran kami, tapi tiba-tiba kami pun hanya diam dan mengikuti arah Ibu kontrakan tersebut melangkah. Hingga kami tiba disebuah kontrakan yang mungkin tak layak huni untuk jumlah kami, dimana kontarakan itu pun tidak mungkin kami tempati dengan jumlah kami 10 orang, kontrakan itu sering disebut kost-an yang mana hanya cukup dihuni oleh satu orang saja.tapi apa boleh buat, ini bukan waktunya untuk kita mengeluhkan keadaan yang telah mejadi bubur tak dimasak.  
Kami tak mampu berkata apa-apa, ketika kami beristirahat suasana menjadi menyedihkan ada yang nangis, ada yang marah-marah dan ada yang hanya diam saja tidak bicara apa-apa. Protespun kami tak mampu karena tak mungkin kami harus pulang lagi untuk membatalkan rencana, dan mencari kontrakan lagi !,itu bukan waktu yang  tepat serta tidak mudah.
“Sudahlah...kita harus terima keadaan ini, pasti ada rencana yang indah buat kita, semangat dong pengabdian kita baru dimulai”. Sentak bu Husna memberi semangat.
Waktu berganti tapi berbeda dengan kami sepertinya malas sekali untuk melakukan aktivitas jangankan aktivitas kami juga malas untuk sholat dan makan,tapi beruntung ada ibu mariam yang sabar dan baik hati, beliau terus memberi kami semangat hingga kami menyadari bahwa kami tidak boleh seperti ini terus, dan kami harus bangkit, jangan sampai semuanya terbengka;ai hanya karena kontrakan.
Ini hari ke- 3 pun kami awali dengan senam pagi bersama di lapangan dekat kontrakan.
“Mungkin ini saatnya untuk kita kembali pada tujuan pertama kita di kampung ini, yaitu memasyakatkan masyarakat, ayo teman-teman semagat...”. semangat pagi yang diawali oleh Rara
Kami pun bergegas ke lapangan dengan agenda senam pagi, setelah senam pagi kami mengurus pribadi masing-masing, dan membagi tugas yang akan dilakukan di  hari ke-tiga itu. Kebetulan hari ke-tiga itu aku mendapat jadwal untuk mengunjungi desa bersama amelia, disana kami  akan membantu aparat desa untuk melakukan kegiatan mereka sehai-hari, dan di desa juga sedang diadakan pembuatan KTP masal jadi kami bisa membantu penulisan identitas penduduk, atau kami membantu pengetikan surat-surat.
“Sis, tolong lanjutkan pengetikan surat ini ya, aku mau ke toilet dulu soalnya aku sakit perut takut kelamaan dan 1 jam lagi harus diserahkan ke kepala desa ya sis”. Kata  amelia sambil memegang perutnya kesakitan.
“Iya...kau ini ada-ada saja , habis makan apa tadi pagi mel?”
“Ya sudah nanti aku jelasinnya aku sudah tidak kuat lagi !“ teriak amel sambil lari
“Iya” jawabku sambil tertawa kecil
Amelia lari terbirit-birit, dan aku pun bergegas kemeja tempat pengetikan amel, tiba-tiba ada seorang pemuda menghampiri meja , dia meminta bantuan saya untuk memanggilkan staf desa, dan kebetulan saya di amanahkan oleh staf desa untuk melayani warga yang akan membuat KTP.
“Ada yang bisa saya dibantu pak ?” sapa ramahku
“Memangnya saya sudah kelihatan bapak-bapak  de?”, jawab laki-laki itu sinis
“Oh iya.. maksudnya mang, kang, ka, atau...?tiba-tiba laki-laki itu menyanggahnya, “Saya masih muda, ini awal pertama saya membuat KTP. Petugasnya dimana ya de?”
“Saya sendiri !”
Lelaki itu malah tidak percaya, tapi setelah aku menjelaskan bahwa aku hanya ditugaskan disini beberapa hari saja, dan saya adalah pelajar yang sekarang sedang menjalani tugas dimasyarakat, baru dia percaya dan menuliskan identitasnya dikertas yang telah disediakan sebelumnya.
*

Hasanudin, ternyata namanya terlihat menarik seperti wajahnya. dia seumuran  dengan aku, tapi gayanya itu lho yang tidak suka, sombong dan dia termasuk orang yang anti wanita.itu juga informasi dari gadis-gadis di kampung ini, dia orang alim dan tak  pernah ketingglan sholat berjama’ah di mesjid, kalau dia sedang sakit juga selalu menyempat untuk sholat di mesjid.
” Alim sekali dia”, gumamku dalam hati. Tak lama kemudian Amel datang.
“Ra..kau meninggalkan aku di desa?” kata amel sedikit kesal
“maaf, aku lupa mel” nadaku dengan suara memelas.
Dua minggu kemudian. Pengabdian pun selesai dan kami pun bergegas membereskan pakaian untuk pulang.
“Akhirnya pengabdianpun selesai rasanya malas sekali untuk meninggalkan kampung ini, karena terlalu banyak yang ku tinggalakan, termasuk hasanudin”. Gumanmku sambil senyum kecil.
“Kenapa sis, kau senyum-senyum sendiri, kau sedih karena mau meninggalakan hassanudin bukan?”. Ejek dela dan Sorak semuanya tertawa.
“Ah,kau malu-maluin aku saja”. Sahutku malu-malu.
Pengabdian yang mempertemukanku dengan hasanudin, dan pengambdian pula yang memisahkan aku dengan hasnudin. Hingga kemudian masa putih abu akan segera berakhir, aku memutuskan untuk kuliah di salah satu Universitas Negeri di bandung, dengan mengikuti jalur mandiri. Hal yang tak pernah aku duga ternyata ketika  aku mengitkuti jalur tes mandiri, sepertinya aku melihat hasanudin.  Aku semakin penasaran hingga saat ini karena Hasanudin tertinggal tanpa cerita.


Cerpen 3


Teguran dalam Mimpi
oleh : Siti Halimah

Inilah pagi-Nya. pagi yang selalu menyibukkan kesenjangan untuk bertemu embun dalam kehidupan. Rangkaian rona mengalir hingga saatnya aku untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum berangkat ke kampus.
Jarum jam menunjukan pukul 07.00 pagi, saatnya berangkat ke kampus. Tapi beda dengan hari itu. Perkerjaan rumah terlalu banyak sehingga aku merasa bahwa aku tidak akan tepat waktu sampai kampus. Bapak tidak bisa mengantarkanku hingga aku terpaksa naik angkot dengan waktu yang lama.
Tapi aku ragu untuk berangkat karena takut terlambat.
Aku berjalan keunjung desa jalan raya. Tak ada kendaraan yang lewat. Waktu tak pernah menunggu. dan waktu terus mengejarku. Lambai demi lambai tersirat rona yang merekam di pagi yang cerah ini, di pagi yang memunculkan kegelisahan dihati, muka muka tubuh ini. Aku adalah orang yang paling takut jika waktu meninggalkan aku, jadi aku tidak ingin ketinggalan satu menitpun untuk langkahku. Lebih baik datang lebih awal selama 3 jam dari pada harus terlambat selam 1 menit. Dan hari ini aku mematahkan waktu itu. Sepertinya aku akan terlambat beberapa menit.
Seperti suara mobil yang melaju. Aku melambaikan tangan. biarlah mobil, mobil sayuran yang penting keterlambatanku tidak membebani pelajaran di kampus kelak.
Sesaat setelah aku melambaikan tangan dan mobil itu berhenti. Tiba-tiba temanku menghalangiku untuk ikut dengan mobil itu. Ia menarik tanganku hingga seorang lelaki yang berada di mobil tersebut dengan segera keluar, dan menghampiri kami. Kami ditarik paksa oleh lelaki yang tak kami kenal itu. kami berusaha untuk lari tapi apa daya hingga akhirnya kami pun tertangkap oleh lelaki tersebut.
Ketika kami mencoba menghindar lagi  dan terus lari lagi. Datanglah seorang lelaki lagi yang berusaha mengejar kami hingga sampailah kami disebuah pesta pernikahan seseorang yang tak kami kenal. Dan aku juga tak tahu aku sedang dimana. Kami mencoba masuk dalam acara tersebut. Dan lagi-lagi kami pun tertangkap. Dan entahlah kami berada dalam dunia apa. Ketika kami ditangkap tak ada seorang pun yang menolang kami. Ketakutanku semakin meluas tapi yang ada di otak adalah ketakutanku terlambat masuk kampus.
Kami tertangkap lagi.
Sebuah gudang yang amat menyeramkan, terdengar suara api yang menghatam seorang manusia. Jeritan dan tangisan pun terdengar jelas saat mereka hendak membawa kami ke dalam.
Seperti di dalam neraka. Ah, aku berpikir bodoh dalam mimpi saat itu. Tak mungkin aku berada di neraka, karena aku merasa belum bertemu ajalku.
Lelaki itu menyimpanku disebuah jeruji besi. Di sekelilingku terlihat berbagai percikan apai yang sangat menggeru dan menakutkan. Mau dibawa kemana temanku itu, apa yang akan mereka lakukan terhadapnya. Ia di bawa ke atas dan menjatuhkannya ke antara batu bara yang di panaskan. Apakah aku sedang mimpi. Ah, aku tak mau bermimpi ini. Keluarkan aku dari mimpi ini.
Kenapa aku mimpi seperti ini. Dalam mimpi itu aku kembali memotret hal yang pernah kulakukan dimalam hari sebelum aku tidur. aku belum sholat isya dan aku pun terbangun.
“Ternyata aku hanya mimpi.” Pekikku dalam hati sembari membuka selimut.
Aku sedang sakit. Sebelum tidur aku belum sholat isya. Aku tertidur pulas.
Tiba-tiba ibu datang. “Mengapa kamu bangun nak”.
Aku  masih terinngat mimpi tadi sehingga pertanyaan ibu seolah tak terdengar. Keluar keringat dari segala arah dari tubuhku aku terlihat pucat.
“kenapa nak, kamu bermimpi lagi”
Aku menghela nafas sejenak. “ Iya Bu, menakutkan sekali”
Aku sering mimpi seprti ini dan ini adalh mimpiku yang ketiga.
“Cobalah sebelum tidur kamu sholat isya terlebih dahulu jangan langsung tidur atau kamu bisa wudhu terlebih dahulu, agar hati kita senantiasa damai. Janagn lupa berdo’a sebelum tidur.” Ujar Ibu sambil merangkulku.
Aku benar-benar belum bisa berkata apa-apa. Mungkin ketakutanku terhadap waktu membuatku bermimpi dalam keterlambatan, dan kelalaianku terhadap apa yang harus aku kerjakan memberikan aku sebuah makna akan hal itu. Kepalaku pusing dan waktu menunjukan jam 03.00 pagi.
“Ya sudah nak, Ibu  mau sholat malam terlebih dahulu. Ambillah wudhu, kita sholat malam berjama’ah” Ujar ibu sambil meninggalkanku.
Malam itu aku sholat berjama’ah bersama Ibu. Mimpi seolah teguran yang nyata. Teguran yang membuatku berdalih kata agar waktu itu kuhadapi bukan untuk ditakuti.
Pagi ini aku awali dari mimpi.


BERBAHASA SEJAK LAHIR

  BERBAHASA SEJAK LAHIR :Siti Halimah   “Terdapat banyak bukti bahwa manusia memiliki warisan biologi yang sudah ada sejak lahir berup...